GEULIS FOURMALA: Menguatkan Budaya Literasi di SMPN 4 Malangbong
SMP Negeri 4 Malangbong terus berkomitmen dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui program GEULIS FOURMALA (Gerakan Literasi SMPN 4 Malangbong). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis sekolah dalam membangun kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis pada peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
GEULIS FOURMALA dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dalam kegiatan pembiasaan sekolah. Seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan, terlibat aktif dalam mendukung keberlangsungan program literasi ini. Kegiatan literasi dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai dengan membaca buku nonpelajaran, seperti cerita inspiratif, pengetahuan umum, biografi tokoh, maupun bacaan bernilai karakter.
Melalui GEULIS FOURMALA, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk membaca, tetapi juga diajak memahami isi bacaan, menyampaikan kembali gagasan utama, serta menuliskan refleksi sederhana dari apa yang telah dibaca. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada penguatan kompetensi literasi, numerasi, serta pembentukan Profil Pelajar Pancasila.
Kepala SMPN 4 Malangbong dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. “Melalui GEULIS FOURMALA, kami berharap peserta didik memiliki kebiasaan membaca yang baik, mampu berpikir kritis, kreatif, dan memiliki karakter yang kuat,”.
Selain kegiatan membaca rutin, GEULIS FOURMALA juga dikembangkan melalui berbagai aktivitas pendukung seperti pojok baca kelas, mading literasi, jurnal membaca, serta karya tulis sederhana hasil refleksi peserta didik. Karya-karya tersebut dipajang dan diapresiasi sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha dan kreativitas siswa dalam berliterasi.
Antusiasme peserta didik terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap kegiatan. Banyak siswa yang mulai terbiasa membawa buku bacaan sendiri dan berbagi cerita dengan teman-temannya. Guru pun berperan sebagai fasilitator dengan memberikan pendampingan serta contoh nyata dalam membangun budaya literasi di sekolah.
Dengan terlaksananya GEULIS FOURMALA secara berkelanjutan, SMPN 4 Malangbong berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang literat, menyenangkan, dan bermakna. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang cerdas, berwawasan luas, serta mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sikap kritis dan bertanggung jawab.
GEULIS FOURMALA bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi merupakan gerakan bersama untuk menjadikan literasi sebagai budaya hidup di SMPN 4 Malangbong.






