
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kerap dihadapkan pada tantangan untuk membuat konsep geografi yang abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, penulis menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) melalui kegiatan pembuatan peta fisik berbagai wilayah di Indonesia dengan memanfaatkan bahan bekas. Proyek ini dilaksanakan pada senin 10 November 2025, di Kelas 7C pada pukul 10.50-12.10 SMP Negeri 4 Malangbong.
Proyek ini dirancang untuk diselesaikan dalam dua siklus pertemuan guna mengakomodasi proses pengeringan bubur kertas yang memerlukan waktu. Metode inti yang digunakan adalah teknik grid, yang diterapkan sebagai langkah awal dalam pembuatan sketsa peta sebelum media bubur kertas diaplikasikan.

Pertemuan pertama merupakan perencanaan dan pembuatan sketsa dasar. Sementara masa jeda digunakan untuk proses pengeringan dan observasi karya.
Sedangkan pada pertemuan ke dua pembelajaran difokuskan pada proses pewarnaan dan finishing.


Melalui proyek ini, terjadi peningkatan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep geografis, khususnya dalam memahami unsur-unsur peta dan keterampilan spasial. Selain itu, proyek ini berhasil menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerjasama, ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan bekas yang ada dilingkungan sekitar.
Penulis : Irma Rimayanti, S.Pd.
