Komitmen SMP Negeri 4 Malangbong untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan semakin diperkuat melalui implementasi program unggulan yang digagas oleh Ibu Kepala Sekolah, Nenden Sri Rahayu K., S.Pd., M.Pd. Program tersebut dikenal dengan nama “One Day One Trash” atau “Satu Hari Satu Sampah”.Program ini bukan sekadar kegiatan memungut sampah biasa, melainkan sebuah pembiasaan dan filosofi yang ditanamkan kepada seluruh warga sekolah — mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha — untuk mengambil tanggung jawab pribadi terhadap kebersihan lingkungan.🌱 Menjadikan Sampah sebagai Tanggung Jawab”One Day One Trash” mewajibkan setiap individu di lingkungan sekolah untuk secara sadar memungut dan membuang minimal satu sampah yang ditemui setiap harinya. Filosofinya sederhana: jika setiap orang mengambil satu sampah, maka puluhan bahkan ratusan sampah akan hilang dari lingkungan sekolah setiap hari.Ibu Nenden Sri Rahayu K., S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 4 Malangbong, menekankan, “Program ini adalah upaya kita untuk mengedukasi secara praktik. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kolektif kita semua. Kami ingin siswa lulus dengan bekal ilmu pengetahuan yang baik, sekaligus memiliki karakter peduli lingkungan yang kuat.”🌟 Dampak Positif yang Terlihat NyataSejak diluncurkan, program “One Day One Trash” telah menunjukkan hasil yang signifikan:Peningkatan Kebersihan: Area sekolah, dari halaman, koridor, hingga ruang kelas, terlihat jauh lebih bersih dari sampah plastik, kertas, atau sisa makanan yang berserakan.Perubahan Perilaku: Terjadi perubahan kebiasaan di kalangan siswa. Memungut sampah kini menjadi hal yang lumrah dan bahkan menjadi bagian dari interaksi sosial (“Hei, ada sampah di sana!”).Budaya Lingkungan: Program ini menjadi pilar utama dalam membangun budaya sekolah yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dimensi Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Profil Pelajar Pancasila.♻️ Integrasi dengan Pendidikan KarakterPembiasaan “One Day One Trash” tidak berdiri sendiri. Program ini terintegrasi erat dengan penanaman nilai-nilai karakter, seperti:Kepedulian (Responsibility): Menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan.Disiplin: Melatih kedisiplinan diri untuk melakukan tindakan positif tanpa harus disuruh.Gotong Royong: Secara tidak langsung mendorong kolaborasi dalam menjaga kebersihan bersama.Melalui program “One Day One Trash”, SMPN 4 Malangbong membuktikan bahwa menciptakan lingkungan belajar yang ideal dimulai dari hal-hal kecil, konsisten, dan berkelanjutan. Sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa cerdas, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab terhadap bumi dan lingkungannya.Mari terus dukung dan sukseskan program “One Day One Trash” untuk SMPN 4 Malangbong yang semakin PRIMA (Prestasi dan IPTEK, Kreatif, Mandiri, dan Agamis)!🗑️ Melangkah Bersama Menjaga Lingkungan: Sukses Program “One Day One Trash” di SMPN 4 MalangbongMalangbong – Komitmen SMP Negeri 4 Malangbong untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan semakin diperkuat melalui implementasi program unggulan yang digagas oleh Ibu Kepala Sekolah, Nenden Sri Rahayu K., S.Pd., M.Pd. Program tersebut dikenal dengan nama “One Day One Trash” atau “Satu Hari Satu Sampah”.Program ini bukan sekadar kegiatan memungut sampah biasa, melainkan sebuah pembiasaan dan filosofi yang ditanamkan kepada seluruh warga sekolah — mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha — untuk mengambil tanggung jawab pribadi terhadap kebersihan lingkungan.🌱 Menjadikan Sampah sebagai Tanggung Jawab”One Day One Trash” mewajibkan setiap individu di lingkungan sekolah untuk secara sadar memungut dan membuang minimal satu sampah yang ditemui setiap harinya. Filosofinya sederhana: jika setiap orang mengambil satu sampah, maka puluhan bahkan ratusan sampah akan hilang dari lingkungan sekolah setiap hari.Ibu Nenden Sri Rahayu K., S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 4 Malangbong, menekankan, “Program ini adalah upaya kita untuk mengedukasi secara praktik. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kolektif kita semua. Kami ingin siswa lulus dengan bekal ilmu pengetahuan yang baik, sekaligus memiliki karakter peduli lingkungan yang kuat.”🌟 Dampak Positif yang Terlihat Nyata Sejak diluncurkan, program “One Day One Trash” telah menunjukkan hasil yang signifikan:Peningkatan Kebersihan: Area sekolah, dari halaman, koridor, hingga ruang kelas, terlihat jauh lebih bersih dari sampah plastik, kertas, atau sisa makanan yang berserakan.Perubahan Perilaku: Terjadi perubahan kebiasaan di kalangan siswa. Memungut sampah kini menjadi hal yang lumrah dan bahkan menjadi bagian dari interaksi sosial (“Hei, ada sampah di sana!”).Budaya Lingkungan: Program ini menjadi pilar utama dalam membangun budaya sekolah yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dimensi Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Profil Pelajar Pancasila.♻️ Integrasi dengan Pendidikan Karakter Pembiasaan “One Day One Trash” tidak berdiri sendiri. Program ini terintegrasi erat dengan penanaman nilai-nilai karakter, seperti:Kepedulian (Responsibility): Menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan.Disiplin: Melatih kedisiplinan diri untuk melakukan tindakan positif tanpa harus disuruh.Gotong Royong: Secara tidak langsung mendorong kolaborasi dalam menjaga kebersihan bersama.Melalui program “One Day One Trash”, SMPN 4 Malangbong membuktikan bahwa menciptakan lingkungan belajar yang ideal dimulai dari hal-hal kecil, konsisten, dan berkelanjutan. Sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa cerdas, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab terhadap bumi dan lingkungannya.Mari terus dukung dan sukseskan program “One Day One Trash” untuk SMPN 4 Malangbong yang semakin PRIMA (Prestasi dan IPTEK, Kreatif, Mandiri, dan Agamis)!

By Tim IT