Selama bertahun-tahun, ujian akhir jenjang sering dirasakan sebagai beban yang menentukan lulus tidaknya seorang siswa. Stres, tekanan, bahkan rasa takut mewarnai hari-hari menjelang ujian. Namun dengan hadirnya Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) dalam Kurikulum Merdeka, paradigma itu perlu diubah. PSAJ bukan sekadar alat untuk memberi nilai lulus atau tidak. Lebih dari itu, PSAJ adalah pemetaan kompetensi dan cermin kesiapan siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya, yaitu SMA atau SMK.
Menyadari pentingnya situasi tersebut—bahwa PSAJ tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga literasi, numerasi, berpikir kritis, serta keterampilan praktik—SMP Negeri 4 Malangbong memastikan persiapan yang matang. Harapannya, hasil PSAJ benar-benar mencerminkan kemampuan siswa, bukan sekadar hafalan atau nilai angka.


PSAJ di SMP Negeri 4 Malangbong dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 18 hingga 21 Mei 2026. Seluruh ujian tulis berlangsung sesuai jadwal pada lampiran. Adapun mata pelajaran yang bersifat praktik atau unjuk kerja, seperti Seni Budaya dan PJOK, dijadwalkan secara terpisah di luar rangkaian ujian tulis.

Soal-soal PSAJ di SMPN 4 Malangbong dirancang untuk memetakan kompetensi, bukan sekadar menguji hafalan. Bentuknya pilihan ganda dan uraian singkat, dengan materi yang kontekstual dan berbasis penalaran. Pelaksanaan ujian tulis dilakukan secara manual (kertas) karena keterbatasan perangkat komputer, namun tetap mengacu pada standar penilaian Kurikulum Merdeka. Adapun ujian praktik Seni Budaya dan PJOK dilaksanakan secara terpisah dengan lembar observasi penilaian unjuk kerja.
Agar hasil PSAJ benar-benar mencerminkan kemampuan sebenarnya, siswa kelas IX diimbau mempersiapkan diri dengan belajar berdasarkan kisi-kisi, bukan dengan sistem kebut semalam. Sekolah juga mengadakan simulasi ujian dan pendalaman materi pada mata pelajaran yang dirasa sulit. Yang tak kalah penting, siswa diajak untuk jujur dalam mengerjakan soal dan menunjukkan kemampuan asli mereka, karena PSAJ adalah alat untuk membaca diri sendiri.


Setelah PSAJ selesai, hasilnya tidak hanya berupa angka pada rapor. Guru dan wali kelas akan membantu siswa menginterpretasikan profil kompetensi masing-masing. Nilai yang tinggi di bidang tertentu bisa menjadi petunjuk minat dan bakat untuk jenjang SMA/SMK. Sebaliknya, nilai yang masih kurang menjadi catatan untuk diperbaiki di masa depan. Dengan demikian, PSAJ benar-benar berfungsi sebagai pemetaan dan bekal melanjutkan pendidikan, bukan sekadar penentu kelulusan semata.
Malangbong, Minggu 17 Mei 2026_IRY
