Suasana di Sekolah SMPN 4 Malangbong tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi buta, riuh rendah suara anak-anak berseragam putih-merah memenuhi halaman sekolah. Hari ini, secara resmi gelaran perlombaan bergengsi antar SD/MI sederajat se-wilayah Malangbong dan sekitarnya dimulai. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah silaturahmi sekaligus panggung bagi para siswa sekolah dasar untuk menunjukkan bakat dan kecemerlangan mereka.
Kepala SMPN 4 Malangbong dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring bibit unggul serta memperkenalkan lingkungan sekolah kepada calon peserta didik baru. “Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk berani tampil, jujur dalam berkompetisi, dan yang terpenting adalah menumbuhkan rasa percaya diri,” ujarnya.
1. Adu Strategi dan Kecerdasan dalam Lomba Cepat Tepat (LCT)

Sekolah berubah menjadi arena adu otak yang panas. Setiap regu, yang merupakan putra-putri terbaik dari sekolah masing-masing, duduk bersiap di balik meja lomba. LCT kali ini menguji wawasan peserta dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari Matematika, IPA, hingga pengetahuan umum.Ketegangan mencapai puncaknya saat babak rebutan dimulai. Bunyi bel yang bersahut-sahutan dan jawaban spontan yang tepat membuat suasana penonton riuh dengan tepuk tangan. Lomba ini tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kecepatan berpikir dan kerja sama tim yang solid di bawah tekanan waktu.
Melestarikan Budaya Lewat Nembang Pupuh

Bergeser ke area panggung seni, suasana berubah menjadi syahdu. Di sinilah kompetisi Nembang Pupuh berlangsung. Satu per satu peserta tampil dengan busana tradisional yang apik, membawakan bait-bait pupuh dengan cengkok yang khas.Suara merdu para peserta cilik ini berhasil memukau dewan juri dan penonton. Perlombaan ini menjadi salah satu primadona karena membawa misi penting dalam melestarikan budaya Sunda di kalangan generasi muda. Melalui alunan Magatru, Kinanti, maupun Asmarandana, para siswa diingatkan kembali akan kekayaan sastra dan seni daerah yang harus tetap lestari di tengah gempuran zaman.
Gema Wahyu Ilahi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)


Suasana religius menyelimuti area panggung MTQ. Di sini, para qari dan qariah cilik unjuk kebolehan dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tajwid yang tepat dan nagham (irama) yang indah.Lomba MTQ ini menjadi salah satu daya tarik utama, di mana setiap lantunan ayat suci yang dibawakan peserta menghadirkan kekhusyukan bagi siapa saja yang mendengar. Selain mengejar prestasi, cabang lomba ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.
Penulis : Lisnawati, S.Pd
