Kamis, 2 Oktober 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi warga SMP Fourmala. Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (Geulis Fourmala) kembali digelar sebagai wadah untuk menumbuhkan minat baca sekaligus melatih keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan di depan umum.

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi antusiasme siswa karena menjadi kegiatan rutin dihari kamis yaitu sebelum memulai pembelajaran diawali dengan kegiatan literasi. Para siswa tampak membawa buku pilihan mereka, membaca dengan khidmat, lalu berdiskusi bersama. Para guru pembimbing literasi memberikan arahan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berhenti pada membaca, melainkan juga mengasah kemampuan menyampaikan kembali isi bacaan di depan teman-temannya.

Dalam sesi penyampaian, dua siswa tampil sebagai perwakilan untuk berbagi pemahaman dari buku yang telah mereka baca.

Siti Anisa, siswi kelas 9C, tampil percaya diri di hadapan teman-temannya. Dengan suara lantang dan intonasi jelas, ia menjelaskan kembali isi bacaan yang sarat nilai moral dan pesan inspiratif. Kehadiran Siti Anisa menjadi bukti nyata bahwa membaca bukan sekadar memahami kata, tetapi juga mampu menyampaikan kembali makna kepada orang lain.

Silmi, siswi kelas 9B, menjadi pembicara berikutnya. Ia membawakan ringkasan bacaan dengan runtut, disertai bahasa yang mudah dipahami. Silmi juga menambahkan pandangannya sendiri, sehingga penyampaiannya terasa hidup dan interaktif. Siswa lain mendengarkan dengan penuh perhatian, bahkan beberapa mengajukan pertanyaan untuk memperdalam isi bacaan.

Kegiatan Geulis Fourmala ini bukan hanya melatih pemahaman bacaan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, keterampilan berbicara, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Para guru pembimbing mengapresiasi penampilan kedua siswi tersebut serta mengajak siswa lain untuk terus berani tampil pada kesempatan berikutnya.

Dengan adanya kegiatan literasi rutin seperti ini, diharapkan budaya membaca semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari siswa SMP Fourmala. Membaca, memahami, dan membagikan kembali isi bacaan menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.


By Tim IT